5 Pelajaran dari Laga Real Sociedad vs Real Madrid: Juara Bertahan Kok Imbang

Posted on

Real Madrid cuma dapat mendapatkan satu point pada lawatan ke tempat Real Sociedad, tanding pertama La Liga 2019/20, Senin (21/9/2020) pagi hari WIB. Pertandingan usai seimbang 0-0, Madrid buntet. Hasil ini termasuk jelek buat Madrid yang memiliki posisi juara bertahan. Zinedine Zidane juga langsung terserang kritikan sebab nampak bermain aman pada pertandingan pertama musim baru. Ya, Madrid memang memimpin perebutan bola, tetapi sedikit kesempatan masak terbentuk. Serta Sociedad seringkali malah bertambah beresiko walau main bertahan.

Kurang Bernafsu

Nampak jelas, pemain ke-2 team tidak dalam level terbaik. Efek pramusim yang begitu singkat. Semangat pemain masih tinggi, tetapi fisik mereka tidak bohong. Interval antar-musim yang begitu singkat sebab epidemi virus corona dapat jadi salah satunya permasalahan.

Beberapa pemain Madrid juga alami permasalahan yang serupa. Pertandingan ini malah seperti terlihat tanding pramusim untuk pasukan Zidane. Irama mereka belum capai level terbaik, serta trio baris serang nampak belum padu. Cuma barisan pemain tengah Madrid yang tampil oke.

Baris Serangan Tumpul

Baris serang Madrid menjadi perhatian pada pertandingan ini. Zidane pilih turunkan Karim Benzema, dijepit dengan dua pemain sayap muda: Vinicius Junior serta Rodrygo Goes.

Ketetapan ini berani, tetapi hasilnya kurang optimal. Vinicius serta Rodrygo punyai hari esok cerah, kekuatan mereka besar, sayangnya belum cukup jadi penentu laga.

Vini serta Rodrygo begitu gampang kehilangan bola pada tempat memberikan keuntungan, serta efeknya Benzema jadi sering mundur menjemput bola, tempat penyerang sentra juga jadi kosong.

Bola-bola hasil operan silang Madrid juga terbuang sia-sia sebab tidak ada yang dapat terima di kotak penalti, tidak ada Benzema disana.

Madrid Kurang Variasi

Zidane semestinya coba mengganti strategi saat keadaan menjumpai jalan buntet, tetapi ia malah bertahan dengan skema yang serupa, telat mengubah.

Serta Zidane malah ambil efek turunkan beberapa pemain belia Madrid, Marvin Park serta Sergio Arribas untuk alternatif. Ketetapan ini juga pantas ditanyakan.

Pokoknya, ZIdane punyai beberapa pemain di kursi cadangan yang semestinya dapat jadi pembeda, diantaranya Cedera Jovic.

Bila Benzema seringkali turun ke tengah, Jovic dapat dimainkan serta menjadi sasaran man di muka. Entahlah kenapa Zidane tidak coba macam ini.

Pilihan Zidane

Zidane pelatih hebat, koleksi trofinya cukup jadi bukti. Tetapi, kadang Zidane membuat beberapa pilihan yang begitu aman.

Pada pertandingan inilah pilih menjaga skema semasa 90 menit, walau sebenarnya pasti skema itu masih kurang kuat untuk membobol pertahanan Sociedad.

“Saya tidak ingin mengganti skema. Kami harus tempatkan pemain melebar, dan itu yang kami kerjakan. Saya punyai beberapa pemain. Ini hari saya membuat pilihan,” tutur Zidane.

Sayangnya, pilihan Zidane kesempatan ini masih kurang memberi kepuasan. Madrid juara bertahan, serta semestinya dapat mendapatkan point penuh di pertandingan pertama.

Perlu Pemain Bintang

Kemungkinan mulai terdengar menjemukan, tetapi Madrid nampak belum juga mendapatkan alternatif Cristiano Ronaldo — pemain bintang yang dapat jadi penentu hasil akhir.

Benzema, tetapi kesempatan ini main jelek. Eden Hazard, tetapi bergelut dengan cedera. Cedera Modric, tetapi level terbaik telah melalui.

Madrid perlu pemain yang dapat mengganti pertandingan seorang diri. Minimal pemain semacam ini umumnya dipunyai team-team juara, Madrid tidak.

Masih ada peluang untuk Hazard, yang sedang berusaha capai situasi terbaik. Musim ini, tanpa ada berbelanja pemain, Madrid akan gantungkan nasib pada perkembangan pemain sayap Belgia ini.

Sumber: Beberapa sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *