Ahok Sindir Peruri dengan Rp500 M, Dewas Buka Suara

Posted on

Dewan Pengawas Perum Peruri membuka suara masalah kritikan Komisaris Penting PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke perusahaan percetakan uang BUMN itu. Awalnya, Ahok mengkritik seakan-akan Peruri cari untung dari kerja sama project digitalisasi dengan Pertamina. 

Ketua Dewan Pengawas Peruri Rizal Affandi Lukman mengatakan sebetulnya tidak paham menahu masalah project yang disinggung Ahok. Karena, perincian project umumnya cuma diulas sampai tingkat direksi saja.  Namun, menurut dia, kerja sama project pasti dibahas dengan masak antar direksi ke-2 perusahaan. Persetujuan project tidak datang dari salah satunya direksi saja. 

“Saya tidak paham. Tetapi yang namanya kerja sama kan perbincangan bisnis. Di antara direksi Peruri telah berjumpa dengan direksi Pertamina, mereka bicarakan antar direksi, jadi di manajemen bukan komisaris. Ya jika pas mereka dapat teruskan” papar Rizal, Jumat (18/9). 

Selanjutnya, Rizal malas memberi komentar masalah kritikan Ahok yang berkesan Perum Peruri menyengaja cari untung dari kerja sama juga dengan Pertamina.  “Saya tidak ingin tanggapan (masalah yang disinggung Pak Ahok), kelak jadi memperkeruh, serta itu di direksi bukan pemantauan,” tuturnya. 

Seirama, Anggota Dewan Pengawas Peruri Muhammad Yusuf Ateh malas memberi komentar bertambah berkaitan kritikan Ahok. Dia mengutamakan masalah project ada di ranah direksi, hingga seutuhnya cuma diketahui oleh direksi di antara dua perusahaan.

Kerjasama B to B ( Bisnis to Bisnis )

Sesaat dia untuk dewan pengawas, umumnya cuma memberikan input masalah kebijaksanaan besar yang kira-kira perlu dilaksanakan perusahaan untuk tingkatkan rasio bisnisnya. 

“Saya tidak paham, sebab kan pengawas umumnya kasih pada dasarnya saja, kebijaksanaannya saja. Jika operasional yang mengetahui direksi,” tutur Yusuf.  Sayangnya, Begitupun staf di seksi Corporate Secretary. 

Awalnya, Ahok mengkritik Peruri karena disangka minta dana Rp500 miliar untuk kerja sama antar perusahaan berkaitan penerapan paperless di Pertamina. Bekas gubernur DKI Jakarta itu akui jengkel dengan keinginan itu. “Saya lagi paksakan tanda-tangan digital. Tetapi Peruri waktu meminta Rp500 miliar untuk proses paperless di Pertamina. Itu BUMN . Itu sama saja sudah bisa Pertamina tidak ingin kerja lagi. Tidur 10 tahun? Ingin jadi ular sanca, ular piton?,” tutur Ahok dalam video di account YouTube POIN.

Sesaat, berdasar pencarian, Pertamina serta Peruri memang baru saja sama-sama menyetujui kerja sama pendayagunaan sertifikat elektronik, jalan keluar digital, kode security, sampai tanda-tangan elektronik. Maksudnya, untuk tingkatkan keamanan transaksi elektronik serta service keamanan digital. Persetujuan itu ditandatangani oleh Direktur Penting Pertamina Nicke Widyawati serta Direktur Penting Peruri Dwina Septiani Wijaya. Pada acara itu, Ahok pernah melihat. 

Kerja sama ke-2 perusahaan adalah sisi dari penerapan dari ISO 37001:2016 mengenai Skema Manajemen Anti Penyuapan di perusahaan serta searah dengan tata nilai BUMN atau diketahui dengan AKHLAK.
https://hamsab.net/sekalian-slot-deposit-pulsa-lari-bisa-beasiswa-ingin/ https://mcafee-activate-en.com/slot-deposit-pulsa-dipertemukan-dengan-muhammad-ali-ini-kata-khabib-nurmagomedov/ https://ww-mcafee.com/mike-tyson-slot-deposit-pulsa-semakin-takut-saja-nih/ https://citicardslogin.org/jakarta-psbb-keseluruhan-pelatnas-atletik-jalan-slot-deposit-pulsa-terus/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *